Memenuhi Undangan Walimahan

Para pembaca sekalian yang hendaknya dirahmati Allah Ta’ala. Setiap mukmin adalah belahan bagi mukminat yang lain. Setiap mukmin memiliki milik bagi saudaranya yang lain. Hak sesama muslim ini amatlah banyak begitujuga terdapat dalam membludak hadits. Di antaranya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam telah bersabda yang intinya,”Hak muslim pada orangislam yang lain ada enam adalah,”(1) Apabila anta bertemu, berilah hormat padanya, (2) Apabila anda diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabila anta dimintai nasehat, berilah nasehat padanya, (4) Apabila beliau bersin terus mengucapkan ’alhamdulillah’, doakanlah ia (dengan melafalkan ’yarhamukallah’, pen), (5) Apabila dia sakit, jenguklah beliau, dan (6) Bila dia tutupusia dunia, iringilah jenazahnya. (HR. Mukmin). Di antara hak yang patut ditunaikan seorang mukminat pada muslim yang lain dalam hadits ini adalah memenuhi undangan.



Memenuhi Jemputan Seorang Mukmin

Hukum melengkapi undangan satuorang muslim merupakan disyari’atkan, tanpa adanya perselisihan di antara para ustaz. Namun hal ini dengan pembatasan: (1) orang yang mengundang ialah seorang mukmin, (2) orang yang mengundang tiada terang-terangan dalam berbuat maksiat, dan (3) tiada terdapat maksiat yang enggak mampu dihilangkan dalam pesta yang akan dilangsungkan.
Akan tetapi, kebanyakan ulama berbicara bahwa invitasi yang wajib dipenuhi hanya undangan walimahan (resepsi pernikahan). Sedangkan jemputan selain walimahan cukup dianjurkan (enggak wajib) buat dipenuhi. (Amati Syarh Riyadhus Sholihin, Syaikh Ibnu Utsaimin beserta Tawdihul Ahkam, Syaikh Ali Basam)

Hukum Melengkapi Undangan Walimahan ialah Wajib

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Apabila satuorang di antara kalian diundang bakal menghadiri walimatul ’ursy (perjamuan pernikahan, pen), penuhilah.” (HR. http://hamilplus.com/contoh-undangan-tahlil/ ) lalu Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam juga bertitah yang artinya,”Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah/pernikahan, sungguh ia telah ingkar pada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Mukmin). Dari dua hadits ini terlihat jelas bahwasanya hukum melengkapi undangan walimahan ialah wajib, apabila memenuhi 3 pembatasan di atas. Undangan tersebut pun wajib dipenuhi jika ajakan tersebut yaitu undangan pertama­ beserta pada hari pertama (jika walimahannya lebih dari tiaphari, yang wajib dipadati hanya hari pertama saja, pena). (Lihat Tawdihul Ahkam, Syaikh Ali Basam serta Al Qoulul Mufid ’ala Kitabit Tauhid, Syaikh Ibnu Utsaimin)

Mengisi Undangan Orang Perbegu

Mungkin terlihat yang bertanya, bolehkah anda memenuhi invitasi orang kafir (tidakcuma muslim, pen)? Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah berkata,”Apabila yang mengundang adalah orang ateis, tidak dapat (haram) memadati undangan tersebut, bahkan tiada disyari’atkan, kecuali apabila terdapat guna (manfaat) di dalamnya. Sesuai untuk mengajaknya masuk Islam alias dalam rangka perdamaian. Situasi seperti ini tidaklah kenapa karena Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam pernah memadati undangan orang Yahudi yang mengundangnya di Madinah. (Syarh Riyadhus Sholihin)

Melengkapi Undangan Orang Jahat

Apabila yang mengundang adalah seorang muslim, tetapi dia blak-blakan dalam berbuat maksiat (buruk) seperti mencungkur brewok, merokok di muka lumrah atau melakukan bentuk kemaksiatan yang lain, lalu memenuhi jemputan dari orang semacam ini tidaklah harus.
Akan tetapi, jika dalam mengisi undangan tersebut terdapat arti (manfaat), alkisah boleh menghadirinya. Melainkan apabila dalam mengisi undangan itu tidak ada maslahat, alkisah perlu direnungkan lagi, yaitu sanggup memilih bakal datang alias tidak. (Syarh Riyadhus Sholihin)

Sepertiapa Jika dalam Pesta Walimahan terdapat Kemungkaran?

Jikalau seseorang sanggup merubah kemungkaran, beliau wajib memadati undangan tersebut -yaitu undangan walimatul ’ursy yang undangannya mesti dipenuhi-, dengan dua amatan yaitu : (1) buat menghilangkan kemungkaran beserta (2) untuk melengkapi undangan saudaranya.

Akanhalnya jika dalam kegiatan tersebut kedapatan kemungkaran dan tidak mampu dirubah seperti di dalamnya terdapat imbauan untuk merokok, atau terdapat alat musik (sebenarnya telah jelas bahwa alat nada adalah ilegal, pen), alkisah tidak wajib (haram) buat memenuhi undangan semacam ini. Lantaran menghadiri acara semacam ini, biarpun ada rasa berkesan dalam hati, dapat dikatakan sebagai dengan pelaku kemungkaran. Sebagaimana Allah Ta’ala bersabda yang artinya,”Dan amat Allah telah merendahkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran kalau apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari serta diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk ikut mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena aktual (kalau kamu berbuat begitu), tentulah kamu sebangsa dengan mereka. (An Nisa’: 140) (Pandang Syarh Riyadhus Sholihin)

Bagaimana Jika Sifat Invitasi Walimahan adalah Lumrah?

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah berkata,”Apabila kartu jemputan walimahan ditujukan untuk semua orang, enggak di-ta’yin (ditentukan) siapa yang diundang, sehingga mungkin bisa dikatakan ini ialah undangan jafala (undangan yang bersifat biasa), tidak wajib memenuhi jemputan seperti ini. Tetapi jika dirinya yakin apabila dialah yang diundang, maka mengisi undangan ini sebagai wajib sebab ini sama saja bersama undangan dari perkataan si pengundang. (Lihat Al Qoulul Mufid ’ala Kitabit Tauhid)

Saudaraku, apabila seseorang mengundangmu ke rumahnya buat makan bersama maupun engkau diharuskan untuk membantunya dalam sesuatu perkara, alkisah penuhilah. Karena masalah ini akan mendatangkan senang orang yang mendatangkan dan hendak lebih mempererat ukhuwah dan kasih kasih sesama muslim.

Shalawat beserta salam terhadap Nabi Muhammad, ahli dan sahabatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *